Author : Casey
Main Cast : Choi Jae Hoon aka Jae Hoon
: Kim Kibum aka Key
: Kim Jonghyun aka Jonghyun
: Choi Minho aka Minho
: Lee Taemin aka Taemin
: Lee Jinki aka Onew
Supporting Cast : Shin Soo Young
: Shin Soo Jung
: Oemma Jae Hoon
: Oemma Soo Young
: Mr Kim aka Manager Café “Coffee Time”
: Mr Park aka CO – Owner Café “Coffee Time”
dan sahabat Mr Kim
dan sahabat Mr Kim
Length : Series
Genre : Friendship & Romance
Rating : SU
NB : Ini FF pertama aku yang terinspirasi dari FF yang judulnya “ My SHINee Girl”. Alurnya mungkin sama, tapi aku udah mikirin endingnya dan semoga ga sama kaya ending FF “My SHINee Girl”. Nama Soo Jung juga diambil dari FF itu. Mianhe kalo tiap partnya pendek – pendek. Mianhe juga kalo ada salah pengetikan. Jangan lupa comment yaa ^^ Oke sekarang kita mulai ceritanyaa :DD
“ Hooooaaaaammmmm ….. Pagi ini dingin sekalii, malasnya bangun pagi seperti ini,mana harus membuat sarapan untuk adik – adik dan pergi bekerja lagi” ujar Jae Hoon sambil beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke dapur.
Walaupun malas, Choi Jae Hoon atau yang lebih sering dikenal sebagai Jae Hoon yang berumur 19 tahun itu, tetap melakukan rutinitasnya setiap pagi, yaitu memasak sarapan untuk dirinya dan juga adik – adiknya, mengantar mereka ke sekolah dan pergi bekerja di café Mr Kim yang bernama “ Coffee Time”. Saat tiba di dapur, Jae Hoon terkejut melihat oemma –nya sudah menyiapkan sarapan untuknya dan kedua adiknya.
“ Oemma, apa yang kau lakukan? Aishh oemma harusnya istirahat saja, tidak usah repot repot membuat sarapan begini” ujar Jae Hoon kepada oemma –nya.
“ Oemma tidak enak selalu merepotkanmu, kau seorang diri selalu bekerja keras untuk menghidupi kita berlima. Apalagi oemma selalu sakit – sakitan” ujar oemma –nya.
“ Aigo, sudahlah tidak apa - apa oemma, jangan terlalu dipikirkan. Lagipula, ini memang sudah kewajiban ku sebagai anak tertua” ujar Jae Hoon
Memang semenjak appa –nya meninggal, Jae Hoon harus berhenti kuliah dan bekerja keras menghidupi keluarganya. Jae Hoon harus bekerja untuk membayar uang sekolah adik – adiknya dan membeli berbagai obat untuk oemma –nya. Saat ini Jae Hoon bekerja di sebuah café yang sukses di kawasan Daegu. Pemilik café tersebut adalah Mr Lee. Mr Lee terkenal baik kepada karyawan – karyawannya terutama kepada Jae Hoon dan Soo Young, sahabatnya, karena mereka merupakan karyawan terbaik di café tersebut.
“ Sudahlah Jae Hoon-ah, kau sarapan saja dulu, kemudian mandi lalu pergi bekerja. Biar oemma yang mengurus dan mengantar adik – adikmu hari ini” ujar oemma –nya.
“ Tapi oemma…….” belum selesai Jae Hoon berbicara, terdengar pintu rumah mereka di ketuk.
“ Biar aku saja oemma yang buka pintunya” ujar Jae Hoon sambil berjalan ke arah pintu. Saat Jae Hoon membuka pintu, terlihat Soo Young yang sudah siap pergi bekerja.
“ Hiyaaa Jae Hoon!!! Kau belum mandi?” Tanya Soo Young yang terkejut melihat sahabatnya masih berbalut piyama.
“ Humm, waeyo? Ini kan baru jam 6, masih ada 2 jam sebelum jam 8” kata Jae Hoon santai sambil berjalan kea rah meja makannya. Soo Young mengekor sahabatnya dari belakang.
“ Aigo, kau lupa ya kalau hari ini Mr Lee menyuruh kita untuk dating pukul 7. Dia kan ingin menyampaikan hal penting “ ujar Soo Young
“ Aigo aku lupa!!! Huaa gawat gawat gawat!!!” ujar Jae Hoon. Dengan sigap, dia mengambil handuknya dan melesat ke kamar mandi. 15 menit kemudian, Jae Hoon dengan pakaian lengkap lalu bersiap – siap.
“ Mianhe oemma, sepertinya aku tidak bisa mengantar Junhyung dan Jino ke sekolah. Aku harus segera berangkat karena hari ini Mr Lee akan menyampaikan sesuatu yang penting” ujar Jae Hoon.
“ Gwenchana Jae Hoon-ah. Ini kau sarapan dulu nanti maag mu kambuh” ujar oemma –nya sambil memberinya sepotong roti.
“ Umm ne. Kamsahamnida oemma. Aku berangkat yaa, annyeong” ujar Jae Hoon lalu segera menarik tangan Soo Young keluar rumah.
“ Oemma, aku juga berangkat yaa” ujar Soo Young, yang juga memanggil oemma Jae Hoon dengan sebutan “oemma” karena mereka memang sudah dekat dari kecil.
“ Ne. Hati – hati ya kalian” balas oemma –nya.
“ Ne oemma” jawab mereka bersamaan
Letak café tempat mereka bekerja lumayan jauh dari tempat tinggal mereka. Jika mereka berjalan kaki, akan memakan waktu 45 menit sedangkan sekarang jam menunjukkan pukul setengah tujuh, maka dari itu mereka memutuskan untuk naik bus yang hanya menempuh waktu 15 menit saja.
Akhirnya, mereka berdua sampai di café tepat pukul 7 dan beruntung Mr Lee belum sampai.
Kemudian mereka masuk ke dalam café dan mulai membersihkan dapur.
“ Jae Hoon-ah, Soo Young-ah, kalian berdua dipanggil Mr Lee. Dia menunggu kalian di ruangannya” seru Minchan, salah satu pegawai di café tersebut.
“Umm ne” jawab mereka, lalu pergi menuju ruangan Mr Lee.
TOK TOK TOK!! Pintu ruangan Mr Lee diketuk.
“ Silahkan masuk” jawab suara di dalam ruangan tersebut. Soo Young dan Jae Hoon membuka pintu ruangan tersebut kemudian masuk ke dalam.
“ Ah rupanya kalian. Silahkan duduk” kata Mr Lee lagi. Setelah mereka berdua duduk, Mr Lee kembali membuka percakapan.
“ Jadi begini, aku berencana membuka cabang café Coffee Time di Seoul. Aku sudah menyiapkan segalanya disana. Café yang ada di Seoul akan diawasi oleh teman lamaku yaitu Mr Park. Namun masalahnya, café tersebut masih kekurangan 2 pegawai dan aku memutuskan untuk memilih kalian berdua. Bagaimana? Apa kalian mau?” Tanya Mr Lee. Pertanyaan Mr Lee sontak membuat mereka berdua kaget. Namun raut muka mereka berbeda, Soo Young memancarkan kebahagiaan karena memang keluarganya berada di Seoul sedangkan Jae Hoon memancarkan raut muka kebingungan.
“ Umm dengan senang hati saya menerima tawaran anda, Mr Lee” jawab Soo Young.
“ Baiklah. Bagaimana denganmu Jae Hoon?” Tanya Mr Lee lagi.
“ umm saya… sayaa” jawab Jae Hoon kebingungan.
“ Ah aku hampir lupa memberitahu kalian bahwa gaji kalian akan lebih besar 3x lipat daripada disini dan terlebih lagi aku sudah menyiapkan rumah sewaan untuk kalian” papar Mr Lee.
“ hmm tidak usah repot – repot Mr Lee, saya akan tinggal dengan keluarga saya yang berada di Seoul” jawab Soo Young lagi
“ Ohh baiklah. Jae Hoon, bagaimana?” Tanya Mr Lee lagi.
“ Umm bolehkah saya membicarakannya dengan oemma saya terlebih dahulu?” Tanya Jae Hoon. Dia tentu sangat ingin bekerja di Seoul karena gajinya lebih besar, namun dia juga tak tega kalau harus meninggalkan oemma dan adik – adiknya di Daegu.
“ Baiklah. Sekarang kalian berdua pulang dan kembali lagi kesini dengan barang – barang kalian karena kalian akan segera berangkat hari ini jam 10” kata Mr Lee
“MWO?!” ujar Soo Young dan Jae Hoon bersamaan.
Sepanjang perjalanan, mereka berdua terhanyut dalam pikiran masing – masing. Karena merasa bosan, Soo Young akhirnya membuka percakapan.
“ Jae Hoon-ah, kau harus menerima pekerjaan ini. Kau tahu, gajinya tentu lebih besar dan kau juga tidak perlu membayar uang sewa. Lagipula, kau tahu kan kalau SHINee itu sering beraktivitas di Seoul, siapa tahu kita bisa bertemu dengan mereka” ujar Soo Young bersemangat.
Mereka berdua memang sudah menjadi shawol sejak boyband tersebut debut. Jae Hoon sangat mengidolakan Key sedangkan Soo Jung mengidolakan Taemin. Namun selama ini mereka hanya bisa melihat boyband kesayangannya lewat tv.
“ Hiya kau ini. Aku memang sangat ingin bertemu SHINee terutama Key, namun aku tidak tega jika meninggalkan oemma, Junhyung dan Jino” kata Jae Hoon. Ucapan Jae Hoon benar, dia tidak mungkin meninggalkan keluarganya begitu saja.
Sesampainya di rumah, Jae Hoon mendiskusikan hal ini kepada oemma –nya. Kebalikan dengan Jae Hoon, oemma –nya sangat senang dengan berita ini.
“ Aigo, kau harus menerima tawaran ini Jae Hoon-ah. Ini kesempatan emas” tutur oemma –nya.
“ Tapi oemma, siapa yang akan menjaga oemma? Siapa juga yang akan mengurus Junghyung dan Jino?” Tanya Jae Hoon.
“ Yaa Jae Hoon-ah, oemma mu ini masih bisa kok. Sudahlah terima saja pekerjaan itu” ujar oemma-nya lagi.
Selama 30 menit, Jae Hoon terus menolak menerima pekerjaan itu namun oemma –nya terus saja membujuk putri semata wayangnya untuk menerima pekerjaan itu. Akhirnya, Jae Hoon mengalah. Dia bersiap – siap untuk berangkat ke Seoul.
“ Oemma, hati – hati yaa. Jaga kesehatan dan jangan lupa beri aku kabar kalau ada apa – apa. Aku akan mengirimi oemma uang setelah aku mendapat gaji. Titip salam ku juga yaa untuk Junghyung dan Jino” ujar Jae Hoon sebelum berangakat.
“ Umm ne. Kau juga hati – hati yaa Jae Hoon. Makan dan istirahat yang cukup” ujar oemma –nya
“ Aku berangkat oemma. Nanti aku pasti akan mengunjungi oemma. Annyeong” ujar Jae Hoon lalu pergi.
“ Ne. Annyeong” jawab oemma –nya.
Setelah berpamitan dengan oemma –nya, Jae Hoon pergi menjemput Soo Young. Kemudian mereka berangkat bersama – sama menuju café Mr Lee.
Sesampainya di café, mereka disambut oleh Mr Lee yang memang sudah menunggu mereka.
“ Baguslah kalau kalian mau bekerja di Seoul. Sekarang, kalian bertemu dulu dengan Mr Park” ujar Mr Lee. Setelah saling mengenalkan diri dan mengobrol – ngobrol sebentar, Jae Hoon dan Soo Young berangkat ke Seoul menggunakan mobil mewah milik Mr Park.
Jae Hoon belum pernah menempuh perjalanan Daegu – Seoul dengan mobil mewah, jadi selama perjalanan dia merasa mual. Namun hal itu tidak dirasakan oleh Soo Young, dia merasa baik – baik saja karena memang hampir 2 minggu sekali mengunjungi keluarganya di Seoul. Mr Park hanya bisa mengantar Jae Hoon dan Soo Young ke terminal bis terdekat dengan rumah sewaan Jae Hoon karena dia memang ada urusan mendadak.
“ Jeongmal mianhe, sepertinya aku hanya bisa mengantar kalian sampai sini saja karena aku mendadak ada urusan. Aku dengar juga Soo Young sudah tidak asing lagi kan dengan kota Seoul?” Tanya Mr Park.
“ Umm ne, gwenchana Mr Park” ujar Soo Young.
Setelah mereka berdua turun, mobil Mr Park meninggalkan mereka berdua di terminal bus tersebut.
“ Jae Hoon, mana alamat rumahmu?” Tanya Soo Young. Jae Hoon kemudian memberikan secarik kertas kepada Soo Young.
“ Hey, ternyata rumah sewaanmu tidak jauh dengan rumah ku. Rumah ku ada di blok ke 2 sedangkan rumahmu ada di blok ke 5. Kau masih ingat kan?” Tanya Soo Young. Sebelumnya Jae Hoon juga pernah ikut Soo Young mengunjungi keluarganya, namun karena perjalanan terlalu jauh, Jae Hoon kapok untuk ikut dengan Soo Young ke Seoul lagi.
“ Umm ne” jawab Jae Hoon pelan.
“ Hey, ada apa denganmu? Mukamu pucat sekali Jae Hoon-ah. Kau sakit?” kata Soo Young prihatin dengan kondisi sahabatnya.
“Anio. Gwenchana, aku hanya merasa mual saja setelah menempuh perjalanan tadi. Ayo kita pulang, besok kan kita harus bekerja” ujar Jae Hoon.
“ Baiklah. Kajja. Hmm kau mau naik bus atau jalan kaki?” Tanya Soo Young lagi.
“ Yaa Soo Young-ah, aku kan harus berhemat. Lebih baik kita jalan kaki saja, sekalian olah raga malam kekeke” ujar Jae Hoon
“ Ne aku tau, tapi itu mukamu pucat sekali, nanti kau sakit lagi. Aku kan tidak mau bekerja sendirian di hari pertama kita bekerja” ujar Soo Young
“ Aigo, tenang saja. Aku tidak akan sakit Soo Young-ah” ujar Jae Hoon meyakinkan sahabatnya.
“ Hah baiklah kalau begitu. Ayo kita pulang, kelihatannya sudah mau pulang” ujar Soo Young.
======================================================================
Sekarang Jae Hoon dan Soo Young sudah berjalan cukup jauh dari terminal tersebut. Sepanjang perjalanan mereka bercerita – cerita, sesekali gelak tawa terdengar. Karena terlalu asyik mengobrol dan bercerita, mereka tidak melihat ada seorang namja yang berjalan dengan tergesa – gesa, begitu pula si namja tersebut. Akhirnya terjadilah tabrakan antara Jae Hoon dan namja tersebut. Saat hendak terjatuh, tangan kanan Jae Hoon mencoba menahan beban berat karena si namja terjatuh menimpa tubuhnya, karena beban yang harus ditahan cukup berat alhasil tangan kanan Jae Hoon lah yang menjadi korbannya.
“ Aduuuuuhhhhh” erang Jae Hoon.
“ Jeongmal mianhe” ucap namja itu sambil menolong Jae Hoon, namun karena namja tersebut tidak tau bahwa tangan kanan Jae Hoon terluka dia malah menariknya.
“ Hiyaaaa, jangan pegang tangan kananku….. sakiitt sekaliii…. HEY LEPASKAN!!!” ujar Jae Hoon agak membentak.
“ Aigo, jeongmal mianhe. Aku tidak tau kalau tangan kananmu sedang sakit” ujar namja tersebut sambil melepaskan genggaman tangannya.
“ Hiyaaa, ini salahmu tau! Kau yang menabrakku dan membuat tangan kananku jadi sakit begini. Bagamana ini, besok aku bekerja tau!!” omel Jae Hoon.
“ Mianhe. Aku benar – benar tidak sengaja. Apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku?” ucap namja itu menyesal. Namun, belum sempat Jae Hoon menjawab, terdengar teriakan dari sebrang jalan.
“ Yaa Key, kau sedang apa? Cepat kemari!! Kami sudah hampir mati kehausan niihh” ucap salah 1 namja yang berada di mobil
“ Umm ne hyung. Chakkaman” ujar namja yang dipanggil Key.
“ Yaa Key hyung cepatlah! Kau tau kan aku sudah lelah setelah berlatih koreo seharian!” ucap namja yang satunya lagi, dari suaranya, kita bisa mengenali bahwa namja yang ini lebih muda dari namja yang dipanggil Key dan namja sebelumnya.
“Iya iyaa. Bawel deh kalian” ujar namja yang dipanggil Key. “ Umm jeongmal mianhe aku harus pergi sekarang, kalau kita bertemu lagi, aku pasti akan menebus kesalahanku” ujarnya lagi sambil berlari ke mobil.
“ HEY KAU…..!!” ucap Jae Hoon dan Soo Young bersamaan, keduanya merasa namja tersebut tidak bertanggung jawab. Namun sayangnya, namja tersebut telah masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut telah pergi.
“ Yaa namja itu menyebalkan sekali. Tanganku ini jadi terkilir karena dia” ucap Jae Hoon kesal.
“ Sudahlah Jae Hoon, sabar. Ayo kita pulang, hari sudah semakin malam. Biar kau ku antarkan ke rumah sewaan mu dan disana akan ku obati” ujar Soo Young sambil membantu sahabatnya membawa tas bawaannya. Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya.
“ Nah ini sudah sampai di rumahmu. Pulanglah Soo Young, aku bisa pulang sendiri kok” ujar Jae Hoon sambil tersenyum kea rah sahabatnya.
“ Tapi Jae Hoon-ah, aku tidak tega membiarkan kamu pulang sendiri, apalagi kondisi tanganmu seperti itu” ujar Soo Young.
“ Gwenchana Soo Young-ah. Lebih baik kau istirahat saja, daya tahan tubuhmu kan lebih lemah dari ku” ujar Jae Hoon meyakinkan sahabatnya.
“ Tapi…” kali ini ucapan Soo Young terpotong oleh suara teriakan dari arah rumahnya.
“ Huaaa Soo Young anakku. Oemma kangen sekali nak” ujar oemma –nya sambil berlari ke arah anaknya dan memeluknya. Setelah puas memeluk anaknya, barulah oemma Soo Young menyadari kehadiran Jae Hoon. “ Aigo, ternyata ada kau juga Jae Hoon-ah” ujar oemma –nya kemudian memeluk Jae Hoon juga.
“ Annyeong oemma” ujar Jae Hoon ramah.
“ Nah sekarang ayo kita masuk. Oemma sudah tau semuanya” ujar oemma Soo Young sambil menuntun tangan Soo Young.
“ Umm kamsahamnida oemma tapi aku lebih baik pulang saja, besok juga kita sudah harus bekerja” ujar Jae Hoon menolak ajakan oemma Soo Young.
“ Ohh baiklah. Hati – hati yaa Jae Hoon. Kalau ada apa – apa tak usah sungkan hubungi oemma. Arrasseo?” ucap oemma Soo Young
“ Umm ne. Arrasseo oemma. Aku permisi dulu. Annyeong” ujar Jae Hoon sambil tersenyum kemudian beranjak ke rumah sewaannya.
“ Hey Jae Hoon!” panggil Soo Young
“ Ne” ujar Jae Hoon sambil menoleh kearah Soo Young
“ Hati – hati yaa” ujar Soo Young
“ Ne” jawab Jae Hoon sambil melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di rumah sewaannya, Jae Hoon segera merapikan barang – barangnya, tentu saja hal ini membutuhkan tenaga ekstra, alhasil Jae Hoon terlelap tanpa mengganti baju dan mengurut tangan kanannya yang terluka.
Sementara itu di lain tempat ……
Part 2 TBC
No comments:
Post a Comment