Sunday, July 10, 2011

FF - UNBELIEVABLE LOVE PART 4

Author : Casey
Main Cast : Choi Jae Hoon aka Jae Hoon
                  : Kim Kibum aka Key
                  : Kim Jonghyun aka Jonghyun
                  : Choi Minho aka Minho
                  : Lee Taemin aka Taemin
                  : Lee Jinki aka Onew
Supporting Cast : Shin Soo Young
                           : Shin Soo Jung
                           : Oemma Jae Hoon
                           : Oemma Soo Young
                           : Mr Kim aka Manager Café “Coffee Time”
                           : Mr Park aka CO – Owner Café  “Coffee Time” 
                                                dan sahabat Mr Kim
Length : Series
Genre : Friendship & Romance
Rating : SU
NB : Ini FF pertama aku yang terinspirasi dari FF yang judulnya “ My SHINee Girl”. Alurnya mungkin sama, tapi aku udah mikirin endingnya dan semoga ga sama kaya ending FF “My SHINee Girl”. Nama Soo Jung juga diambil dari FF itu. Mianhe kalo tiap partnya pendek – pendek. Mianhe juga kalo ada salah pengetikan. Jangan lupa comment yaa ^^ Oke sekarang kita mulai ceritanyaa :DD

Yeoja yang ditabrak Jonghyun jatuh terduduk di lantai karena dia bertabrakan lumayan kencang dengan Jonghyun. Spontan dia berteriak dan mengerang kesakitan.
“  Aigo, jeongmal mianhe nona” ujar Jonghyun sambil membantunya berdiri
“  Hey kau ini….. apaan sih pegang – pegang?! Lepaskan… gausah pegang – pegang dehh. Dasar namja genit yange mencari kesempatan dalam kesempitan saja. Ini gara – gara kau bahuku jadi sakit. Kalau sampai kenapa – kenapa apa kau mau bertanggung jawab huh?!” bentak yeoja tersebut. Jonghyun dan member SHINee yang lainnya hanya bisa diam mendengar omelan yeoja tersebut. Kejadian ini mengingatkan Key pada Jae Hoon
“ Jae Hoon” ujar Key tanpa sadar
“ Hey apa yang barusan kau bilang hah?!” bentak yeoja tersebut kepada Key
“ Umm anio… aku pikir kau temanku, ternyata aku salah mengenali orang. Mianhe… umm kau tidak apa – apa?” Tanya Key kemudian
“ Apanya yang tidak apa – apa huh?! Ini bahuku jadi sangat sakit kalau digerakkan. Awas yaa kalau sampai terluka parah, aku akan menuntut kalian berlima” bentak yeoja itu. Member SHINee yang lain tentu saja kaget bukan main.
“ Yaa hyung.. apa dia tidak tau siapa kita?” bisik Taemin dan Minho ke telinga Onew
“ Aku rasa dia tidak tau siapa kita, kalau dia tau siapa kita, dia pasti sudah berteriak – teriak bahkan menangis karena bertemu dengan SHINee, 5 namja terganteng, terkeren dan terpopuler di Korea tanpa di sengaja” ujar Onew panjang lebar. Jonghyun, Key, Minho & Taemin hanya geleng – geleng kepala mendengar ucapan hyung –nya itu
“ Hey ngapain kalian geleng – geleng kepala huh?!” bentak yeoja itu
“ Umm tidak apa – apa, lagian….” Ucapan Jonghyun terpotong karena tiba – tiba saja ada yang berteriak.
“ Yaa Shin Soo Jung! Apa yang kau lakukan hah?!Katanya hanya ingin membuang sampah tapi kenapa lama sekali. Cepat kemari bantu oemma!!” ucap seorang wanita tua
“ Umm ne ne ne oemma. Chakkaman” ujar yeoja yang bernama Shin Soo Jung itu. “ Ingat yaa, kalau sampai bahuku ini kenapa – kenapa aku akan menuntut kalian. Jangan coba – coba lari!” bentaknya kepada member SHINee lalu berlari meninggalkan mereka
“  Buseetttt deh hyung, yeoja tersebut galak bangeet. Key hyung aja tidak pernah membentak kita seperti itu” ujar Taemin sambil melingkarkan lengannya di pinggang Minho
“ Yaa Lee Taemin!! Apa – apaan kau ini hah?” ujarnya sambil melepaskan pelukan Taemin dan berjalan kea rah mobil mereka. “ Ayo cepatlah sedikit, aku sudah lelah” ujar Minho lagi.


Sementara itu…
“ Yaa Soo Jung-ah, apa yang kau lakukan huh?!” bentak oemma –nya saat Soo Jung menghampirinya.
“ Loh oemma kok malah membentakku sih? Itu tadi namja itu menabrakku dan membuat bahuku sakit yaa jelas aku marah padanya dan teman – temannya itu” ujar Soo Jung kesal
“ Hiyaa, kau ini buta atau tolol huh?! Mereka itu SHINee, boyband Korea yang sedang naik daun, bahkan kepopularitasan mereka sudah sampai di luar negeri sana. Namja tadi yang menabrakmu itu adalah Jonghyun SHINee” jelas oemma –nya panjang lebar.
“ Jinja?! Mereka pasti banyak duit dong oemma?” Tanya Soo Jung antusias
“ Yaa iya itu mereka. Oemma saja yang sudah tau begini masih bisa melihat mereka itu siapa dan kau tau sudah pasti mereka itu banyak duiit” ujar oemma –nya sambil memukul kepala anaknya.
“ Oemma… sakit tau” ujar Soo Jung sambil mengusap – ngusap kepalanya.
“ Pokoknya dengarkan rencana oemma, kau dekati salah satu dari mereka, buat mereka terpesona dengan kecantikan mu setelah itu kau habiskan hartanya. Oemma sarankan kau dekati Key SHINee karena dia member terkaya di SHINee, dia juga fashionable, tentu dia akan mengubah penampilanmu yang dekil ini dan akan menjamin kehidupan kita. Atau Onew SHINee, dia itu adalah pewaris tunggal pemilik took daging terkemuka di Korea” jelas oemma –nya panjang lebar
“ huhh sudah kuduga kalau Key bukan orang sembaarangan, terlihat jelas dari penampilan dan sikapnya itu” tutur Soo Jung
“ Dengar Soo Jung, mereka pasti sangat menjamin kehidupan kita, kalau kau mau mengikuti permainan oemma kehidupan kita naik drastis dan kita tidak eprlu bekerja lagi. Arrasseo?” ujar oemma –nya
“ Arrasseo oemma. Ayo kita pulang, aku sudah lelah” ujar Soo jung sambil berlalu meninggalkan oemmanya
“ Yaa Shin Soo Jung, bantu oemma sini” ucap oemma –nya sambil berlari menyusul putri semata wayangnya itu

Akhirnya mereka sampai juga di dorm mereka yang baru. Dorm mereka yang sekarang lebih luas dan tentunya lebih bagus. Disini ada 5 kamar tidur untuk masing – masing member dan ada 3 kamar mandi serta ada juga kamera pengintai di ruang tengah untuk mengawasi tingkah laku para member SHINee. Kamera ini akan terhubung di rumah manager mereka.
“ Yippiee…. Akhirnya sampai juga di dorm…. Huaa rasanya aku sangat mengantuk” ujar Taemin sambil meregangkan ototnya yang kaku.
“ Iyaa aku juga ngantuu…… ayoo kita tidur” ujar Onew kemudian beranjak ke kamar untuk berganti pakaian. Taemin dan Minho juga melakukan hal yang sama. Setelah semuanya berganti baju, Onew, Minho & Taemin tidur terlebih dahulu meninggalkan Jonghyun dan Key yang sedang menonton tv bersama. Sebenarnya mereka tidak menonton tv, mereka terhanyut dalam pikiran masing – masing sementara tv dibiarkan menyala
“ Umm Key” panggil Jonghyun
“  Waeyo hyung?” Tanya Key tanpa mengalihkan pandangannya dari tv
“ Yeoja yang tadi aku tabrak lumayan juga yaa. Sepertinya dia tidak tau siapa kita, polos lagi orangnya well walaupun agak galak. Jaman sekarang kan susah mencari yeoja yang menerima kita apa adanya, menerima kita bukan sebagai artis serta semua kepopularitasan dan kekayaan yang kita miliki” ujar Jonghyun sambil tersenyum.
“ Ummm” jaawab Key asal
“ Bagaimana kalau bahu –nya terluka parah yaa? Aku harus bagaimana Key? ” Tanya Jonghyun lagi
“ Umm” jawab Key lagi
“ Yaa  kau ini… tidak mendengarkan apa yang aku bicarakan yaa?” Tanya Jonghyun agak kesal
“ Umm aku dengar kok hyung… hanya saja aku sedang memikirkan keadaan Jae Hoon sekarang” ujar Key tanpa sadar.
“ Jae Hoon? Siapa itu?” Tanya Jonghyun penasaran
“ Dia yeoja yang aku tabrak itu, yang bekerja di café tempat kita makan waktu itu. Dia cantik dan manis yaa hyung” jawab Key tanpa sadar.
“ Wuaahh Kibum-ah, rupanya kau jatuh cinta pada yeoja tersebut yaa” goda Jonghyun
“ Umm itu… maksudku….” Jawab Key gugup, mukanya kini merah padam seperti udang rebus.
“ Wedehh si Jae Hoon mengalihkan dunia dongsaengku nih kekekeke” ujar Jonghyun yang sukses membuat wajah Key semakin merah
“ Yaa hyung, apa – apaan kau ini. Sudahlah aku mau tidur saja” ujar Key lalu beranjak dari sofa dan masuk ke kamarnya.
“ Yeobo… tunggu aku dongg… masa gitu aja marah sihh say” goda Jonghyun sambil menyusul Key masuk ke kamar nya.
“ Aisshhh hyung… sana tidur di kamar mu sendiri” ujar Key sambil mendorong tubuh Jonghyun keluar kamarnya lalu mengunci pintunya.
“ Yaahh si yeobo mah baru di goda dikit aja udah marah” ujar Jonghyun lalu masuk ke kamarnya.

“ Huaa aku kangen Key… pengen bangeetttt ketemu dia lagi” ujar Jae Hoon yang kini berada di dalam kamarnya. “ Apa aku sms dia aja yaa? Hmm tapi jangan deh, mungkin dia udah lupa sama aku, kan banyak banget shawol di luar sana” ujar Jae Hoon lagi.
Aissshhh mana tadi si Soo Young bikin kesel, dia ga percaya apa aku ketemu sama Key SHINee?? Huhh liat aja nanti, ga bakal dikenalin deh sama SHINee, batin Jae Hoon. Tak lama kemudian dia sudah berada di pulau mimpi


Hari ini sampai 3 hari seterusnya Jae Hoon dan Soo Young libur bekerja karena dapur café tersebut akan direnovasi, supaya tidak mengganggu kenyamanan para pengunjung, maka café tersebut di tutup. Jae Hoon dan Soo Young memutuskan untuk berkeliling kota Seoul dengan berjalan kaki.Setelah cukup lama mereka berkeliling menikmati pemandangan kota Seoul, mereka akhirnya merasa lapar.
“ Hahh… Aku lelah dan sangat lapar. Jae Hoon-ah, ayo kita istirahat dulu” pinta Soo Young kepada sahabatnya itu.
“ Umm aku juga lapar. Kau tau tidak di sekitar sini ada warung makan yang murah meriah?” Tanya Jae Hoon.
“ Ani. Aku belum pernah ke kawasan sini sebelumnya. Kita lihat – lihat saja” ujar Soo Young. Mereka berdua kembali menelusuri jalan sambil memperhatikan sekitarnya. Akhirnya sampailah mereka di sebuah gang, di ujung gang, terdapat rumah makan yang kecil namun ramai oleh pengunjung. Dari penampilan rumahnya, mereka sudah bisa menduga kalau harga makanan di rumah makan tersebut bisa dibilang murah.
“ Jae Hoon-ah, bagaimana kalau kita makan di rumah makan itu saja? Keliatannya rumah makan itu ramai pengunjung dan sudah pasti harganya tidak akan terlalu mahal” Tanya Soo Young sambil menunjuk rumah makan tersebut.
“ Umm ne. Kajja” ujar Jae Hoon. Mereka berdua menyusuri gang tersebut lalu masuk ke dalam rumah makan tersebut. Kebetulan kondisi rumah makan tersebut sedang ramai pengunjung, jadi mereka cukup kesusahan mencari tempat duduk. Akhirnya mereka dapat tempat duduk di dekat dapur rumah makan tersebut yang letaknya cukup terpencil. Tak lama kemudian datanglah seorang yeoja.
“Mau pesan apa?” Tanya yeoja tersebut tanpa basa – basi                                                             
“ Umm bolehkah kami lihat menu –nya terlebih dahulu?” Jae Hoon balik bertanya.
“ Ohh pengunjung baru rupanya… baiklah ini menunya” ujar yeoja tersebut sambil memberikan menu.
“ Hey tambah satu mangkuk lagi ramennya” ujar seorang bapak tua yang merupakan salah satu pengunjung café tersebut.
“ Umm ne ahjussi. Chakkaman, aku akan kembali sebentar lagi. Cepat tentukan pesanan kalian” ujar yeoja tersebut kemudian meninggalkan mereka. Tak kurang dari 5 menit, yeoja tersebut kembali lagi ke meja Soo Young & Jae Hoon dan menanyakan hal yang sama
“ Bagaimana… sudah tentukan apa pesanan kalian?” Tanya yeoja tersebut
“ Umm kami pesan 2 hot & spicy mushroom udon dan 2 botol air mineral ya” ujar Jae Hoon. Setelah mencatat pesanan, yeoja tersebut berlalu meninggalkan mereka. 15 menit kemudian yeoja tersebut datang lagi sambil membawakan pesanan mereka. Jae Hoon dan Soo Jung makan dengan lahap. Tak kurang dari 10 menit, hidangan di depan mereka sudah masuk ke dalam perut. Setelah selesai, Jae Hoon dan Soo Young berjalan ke arah yeoja tersebut
“ Umm jadi berapa semuanya?” Tanya Jae Hoon. Belum sempat yeoja tersebut menjawab, terdengar bunyi telfon yang amat nyaring dari dapur. KRING!!! Yang tak lama kemudian disusul oleh suara teriakan
“ Yaa Shin Soo Jung… tolong angkat telfonnya… oemma sedang sibuk membuat kimchi” ujar seorang ahjumma yang ternyata adalah pemilik rumah makan tersebut.
“ Umm ne ne oemma” jawab Soo Jung, kemudian dia segera meninggalkan Jae Hoon dan Soo Young untuk mengangkat telfon. “ Oemma, apa pesanan Mrs. Jung sudah siap? Dia minta diantarkan ke rumahnya sore ini pukul 6” ujar Soo Jung dari arah dapur
“ Ne sudah selesai. Bilang padanya nanti kau yang akan mengantarnya” ujar oemma –nya
“ Huhh selalu saja aku yang mengantar setiap pesanan” gerutu Soo Jung. Setelah selesai menerima telfon, Soo Jung kembali lagi ke tempat tadi dia meninggalkan Jae Hoon dan Soo Young. “ Umm tadi kalian nanya apa?” ujar Soo Jung
“ Umm jadi berapa semuanya?” Tanya Jae Hoon.
“ Semuanya jadi 6000won” ujar yeoja tersebut.
“ Ini uangnya” ujar Jae Hoon sambil memberikan uangnya.
“ Gomawo. Jangan lupa mampir lagi” ujar yeoja tersebut. Kemudian Jae Hoon dan Soo Young meninggkan rumah makan tersebut


“ Hmm harganya bisa dibilang cukup murah yaa, makanannya juga lumayan enak” komentar Soo Young saat mereka dalam perjalanan pulang.
“ Yaa Soo Young-ah, apanya yang kau bilang murah hah? Porsinyaa kurang besar itu” komentar Jae Hoon
“ Jelaslah untuk seorang yeoja yang suka makan seperti kita porsinya memang kurang besar. Tapi nanti temani aku makan disana lagi yaaa” pinta Soo Young
“ Kau suka sekali yaa makanan disana?” Tanya Jae Hoon
“ Umm ne. Rasa udonnya benar – benar enakk, pedasnyaa juga pas” ujar Soo Young
“ Memang enak sih masakannnya, cuman yeoja yang bernama Shin Soo Jung itu juteeeekkk yaaa” ujar Jae Hoon
“ Ne. Benar. Dia harus belajar caranya melayani pelanggan dari kita tuhh” ujar Soo Young membanggakan dirinya.
“ Ne benar. Dia harus belajar dari kita tuhh. Soo Young-ah, sekarang kita mau kemana?” Tanya Jae Hoon
“ Umm aku juga tidak tau” jawab Soo Young
“ Kalau begitu kita pulang saja, langit sudah mendung nih, kalau hujan akan sangat repot karena diantara kita tidak ada yang membawa paying ataupun topi” ujar Jae Hoon
“ Ne kau benar. Ayo kita pulang” seru Soo Young
Namun terlambat, sebelum mereka sampai rumah, hujan lebat terlah mengguyur Kota Seoul. Beruntung, mereka sudah sampai di halte bus dekat rumah mereka.
“ Hiyaa hujan, ayo berteduh di tempat itu” ajak Soo Young
Akhirnya, mereka berteduh disitu dengan tubuh yang basah kuyup. Mereka juga menggigil kedinginan. Berjam – jam mereka menunggu namun hujan tak kunjung reda. Di sela – sela bunyi hujan, hp Soo Young berbunyi menandakan ada sms masuk. DRT DRT DRT !!!
-MESSAGE OPEN-
Soo Young-ah, kau dimana? Pamanmu datang, dia bilang nenek sakit. Kita harus segera pulang ke Daegu
-SENDER : Oemma Tersayang-
Mata Soo Young terbelalak kaget saat membaca sms oemma –nya, dia merasa sedih karena neneknya yang sudah tua itu memang sering jatuh sakit.
-REPLY-
To : Oemma Tersayang
Aku ada di halte bus dekat rumah oemma, sekarang aku bersama Jae Hoon sedang berteduh karena hujannya lebat sekali. Aku akan segera pulang setelah hujannya agak reda
-MESSAGE SEND-
Tanpa Soo Young sadari, Jae Hoon sedari tadi memperhatikan raut muka sahabatnya, karena khawatir akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya
“ Waeyo Soo Young-ah?” Tanya Jae Hoon
“ Umm pamanku datang untuk menjemput kami pulang ke Daegu karena nenekku sakit” ucap Soo Young sedih. Lagi – lagi, hp Soo Young berbunyi. DRT DRT DRT!!!
-MESSAGE OPEN-
Baiklah, kau tunggu saja disitu, kita akan menjemputmu kesana. Oemma akan membereskan bajumu dan barang – barangmu. 10 menit lagi kita sampai
-SENDER : Oemma Tersayang-
Setelah membaca pesan dari oemma –nya, Soo Young tidak membalasnya. Dia merasa tak enak jika meninggalkan sahabatnya, Jae Hoon dalam keadaan seperti ini.
“ Hmm Jae Hoon-ah, aku akan dijemput kesini lalu kami akan langsung berangkat ke Daegu. Mungkin baru akan kembali besok atau lusa. Jeongmal mianhe aku tidak bisa menemani mu” ucap Soo Young dengan muka menyesal
“ Gwenchana Soo Young-ah, aku bisa kok pulang sendiri, paling tidak lama lagi juga hujan akan reda. Kau pergi saja, tidak usah mengkhawatirkan ku” ujar Jae Hoon meyakinkan sahabatnya itu
“ Tapi aku benar – benar tidak enak padamu Jae Hoon-ah” ujar Soo Young
“ Gwenchana Soo Young-ah, kau lebih baik memikirkan nenekmu yang lebih membutuhkan mu, kau tidak usah memikirkanku. Aku titip salam yaa buat nenekmu dan kalau kau bertemu dengan oemma dan dongsaeng – dongsaengku bilang pada mereka aku baik baik saja” ujar Jae Hoon
Dari kejauhan ada sebuah mobil yang menerobos hujan dan mobil itu berhenti di depan mereka.
“ Eh itu mobilnya sudah datang. Kau tidak apa – apa aku tinggal?” Tanya Soo Young
“ Hiyaa Soo Young-ah, kau tidak usah mengkhawatirkanku. Sudah cepatlah pergi, jangan banyak tanya lagi, aku sudah kedinginan ini” ujar Jae Hoon sambil menggigil
“ Aigo, tapi itu kau kedinginan seperti itu” ujar Soo Young lagi.
“ Gwenchana Soo Young-ah, sudah cepat pergi” ujar Jae Hoon
“Hmm baiklah hati – hati yaa. Jaga kesehatanmu, jeongmal mianhe aku harus meninggalkanmu” ucap Soo Young lalu dia masuk ke mobil. Kemudian mobil tersebut pergi meninggalkan Jae Hoon sendirian di halte bus.
“ Huhh hujan cepatlah reda. Kepalaku sudah sangat pusing dan aku sangat kedinginan” ucap Jae Hoon menggigil. Dari kejauhan terlihat sebuah mobil mengahampiri halte tempat Jae Hoon berteduh. Setelah mobil tersebut terpakir di depan halter tersebut, jendela di kursi penumpang terbuka dan memperlihatkan pengendara mobil tersebut.
“ Jae Hoon-ah, sedang apa kau disitu?” tanya orang tersebut. Namun belum sempat Jae Hoon menjawab pertanyaan orang tersebut dan menyadari siapa orang tersebut, dia jatuh pingssan



                                                                                                                        Part 5 TBC

No comments:

Post a Comment