Sunday, July 10, 2011

FF - UNBELIEVABLE LOVE PART 2

Author : Casey
Main Cast : Choi Jae Hoon aka Jae Hoon
                  : Kim Kibum aka Key
                  : Kim Jonghyun aka Jonghyun
                  : Choi Minho aka Minho
                  : Lee Taemin aka Taemin
                  : Lee Jinki aka Onew
Supporting Cast : Shin Soo Young
                           : Shin Soo Jung
                           : Oemma Jae Hoon
                           : Oemma Soo Young
                           : Mr Kim aka Manager Café “Coffee Time”
                           : Mr Park aka CO – Owner Café  “Coffee Time” 
                                                dan sahabat Mr Kim
Length : Series
Genre : Friendship & Romance
Rating : SU
NB : Ini FF pertama aku yang terinspirasi dari FF yang judulnya “ My SHINee Girl”. Alurnya mungkin sama, tapi aku udah mikirin endingnya dan semoga ga sama kaya ending FF “My SHINee Girl”. Nama Soo Jung juga diambil dari FF itu. Mianhe kalo tiap partnya pendek – pendek. Mianhe juga kalo ada salah pengetikan. Jangan lupa comment yaa ^^ Oke sekarang kita mulai ceritanyaa :DD

Sementara itu di lain tempat……
“Hiyaaa Key, lama sekali kau tadi” kata Onew setelah Key masuk ke dalam mobil. Kemudian meminum air mineral yang Key beli tadi.
“  Mianhe hyung, tadi aku menabrak seorang  yeoja dan membuat tangan kanannya terkilir. Aku tak enak  jika meninggalkannya begitu saja” ucap Key dengan wajah murung.
“ Ohh ternyata tadi hyung menabrak yeoja tersebut, aku kira hyung ngapain” ujar Taemin polos
“ Untung saja dia tidak sadar kalau kau itu Key SHINee, kalau ketauan bisa gawat deh” ujar Onew
“ Ya hyung, jalanan tadi kan sepi sekali. Lagipula Key juga tadi sudah menyamar” ujar Jonghyun & Minho bersamaan.
“ Ohh iyaaa aku lupa” ujar Onew. Sementara Key hanya diam saja, tidak berusaha ikut mengobrol  dengan member lainnya karena dia masih diliputi rasa bersalah.
Aku harus menebus kesalahanku, batin Key


Keesokan harinya Jae Hoon terbangun karena teriakan Soo Young.  “ Jae Hoon!! Ayo bangun! Jangan sampai kita terlambat di hari pertama kita bekerja” ujar Soo Young sambil mengetuk kencang pintu rumah Jae Hoon.
“ Iya iya sabar” ujar Jae Hoon seraya bangkit dan berjalan kea rah pintu.
“Aigo, Jae Hoon-ah, kau masih belum mandi juga. Cepat mandi sana!” suruh Soo Young
“ Aduhh  Soo Young, aku masih mengantuk. Lagipula, sekarang baru jam 7” ujar Jae Hoon malas
“Hei ingat, kita kesana harus naik bus. Butuh waktu 30 menit dan belum ditambah macetnya kota Seoul. Lagipula oemma menyuruhku untuk mengambil sesuatu” ujar Soo Young
“ Umm baiklah aku akan mandi. Umm Soo Young-ah, tolong buatkan sarapan untukku ya ya ya?” pinta Jae Hoon sambil menunjukkan aegyo versinya.
“ Arrasseo. Sudah sana cepat mandi” ujar Soo Young
“ Ne. Gomawo Soo Young-ah, kau memang sahabat terbaikku” ujar Jae Hoon sambil masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian, Jae Hoon menyantap sarapannya.
“ Huaa Soo Young-ah, masakanmu memang enak. DAEBAK” ujar Jae Hoon sambil mengacungkan kedua tangannya.
“ Ne aku memang hebat. Sudah jangan banyak bicara, lebih baik cepat habiskan sarapanmu atau kita berdua akan terlambat” ujar Soo Young. Tapi kemudian, Soo Young menyadari sesuatu. “ Eh Jae Hoon-ah, itu tanganmu membengkak sampai biru lebam gitu” ujar Soo Young
“ Eh jinja?!” kata Jae Hoon sambil memperhatikan tangannya sendiri.
“ Kau pasti tidak memberikan obat gosok kan?” Tanya Soo Young
“ Iya. Kemarin tenaga ku benar – benar terkuras untuk merapihkan barang – barangku sampai akhirnya aku ketiduran deh. Lagipula aku juga tidak punya obat gosok.
“ ucap Jae Hoon.
“ Baiklah sepulang kerja nanti kita ke apotik membeli obat gosok. Arra?” Tanya Soo Young kepada sahabatnya yang sedang sibuknya menyantap sarapannya.
“Umm ne arra. Nah aku sudah selesai sarapan. Ayo kita berangkat” ujar Jae Hoon
“ eh itu tidak dicuci dulu?” Tanya Soo Young
“ Aigo, nanti kita terlambat. Lihat sudah jam berapa sekarang” ujar Jae Hoon.
“ Aisshh daasar jorok. EH SEKARANG SUDAH JAM SEGINI?! AYO CEPAT BERANGKAT!” ujar Soo Young setengah berteriak.


Mereka berdua terlambat sampai di café karena bus yang mereka tumpangi terjebak macetnya kota Seoul.  Sesampainya mereka di café, sudah nampak Mr Park, seketika itu juga jantung mereka berdegup kencang, takut kalau saja mereka akan dimarahi di hari pertama mereka bekerja.
“ Jeongmal mianhe Mr Park, tadi kami ada urusan sebentar dan terjebak macet” ujar Jae Hoon dan Soo Young bersamaan sambil membungkuk di hadapan Mr Park.
“ Gwenchana tapi lain kali mohon tepat waktu. Sekarang bekerja dengan baik” ujar Mr Park lalu pergi meninggalkan mereka.
“ Fiiuuuhhh … untung saja Mr Park tidak marah, kalau dia marah bisa gawat nihh” ujar Soo Young. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam ruangan pegawai dan menggunakan apron mereka lalu bekerja.

“ Huaa aku lapar sekali. Latihan koreo hari ini benar benar menguras tenaga” Ujar Jonghyun.
“ Aku juga sangaattt hauuuss niih hyung, sepertinya sudah dehidrasi” ujar Taemin
“  Hiyaa Taemin, kau sudah menghabiskan 5 botol susu pisang tau” ujar Key
“ Jinja?!” ucap Taemin tak percaya
“ Iyaa. Kau bilang kita semua dapat jatah tapi malah kau sendiri yang menghabiskannya” ujar Minho
“ Mianhe hyung, habis latihan koreo hari ini benar – benar menguras tenang. Mana lapar pula nihh” ujar Taemin
“ Baiklah, ayo kita pergi  makan di café . Kudengar ada café yang baru saja buka di sekitar sini, café itu cukup terkenal di Daegu dan sekarang membuka cabangnya disini” ujar Onew
“ Hyung darimana kau tau semua itu?” Tanya Jonghyun
“ Jelas aku tau. Mereka itu pelanggan tetap di toko daging oemma” ujar Onew.
“ Sudahlah tidak usah membahas hal tidak penting. Ayo kita segera berangkat, perutku sudah minta diisi nih. Jangan lupa juga menyamar” ujar Key. Lalu mobil mereka melaju ke café tersebut.

Akhirnya mereka sampai di café tersebut, begitu mereka masuk ke dalam café, pengunjung café yang lumayan ramai itu mulai berbisik – bisik membicarakan mereka.
“ Hyung, sepertinya mereka curiga nihh” ujar Taemin kepada Onew
“ Tenang saja, bersikaplah biasa” ujar Onew menenangkan dongsaengnya itu. Akhirnya mereka mengambil tempat di pojokan café tersebut. Tak lama kemudian datanglah seorang pegawai  café tersebut.
“ Selamat sore. Ini menunya silahkan dilihat – lihat” ujar yeoja tersebut sambil tersenyum. Semua member mulai melihat – lihat menunya dan sibuk memilih berbagai macam makanannya yang nampaknya lezat – lezat itu. Namun tidak dengan Key yang merasa yeoja tersebut tidak asing baginya dan sibuk memperhatikan yeoja tersebut.
“ Umm apa menu favorit di café ini?” Tanya Jonghyun
“ Ramen Daging Asap” kata yeoja itu
“ Baiklah, kami pesan 5 ramen daging asap dan 5 orange juice” kata Onew
“ Baiklah, saya catat dulu yaa pesanannya” ujar yeoja tersebut sambil mencatat pesanan mereka. Key baru menyadari bahwa yeoja ini lah yeoja yang ditabraknya kemarin saat melihat tangan kanannya biru lebam seperti itu.
“ Silahkan ditunggu sebentar yaa pesanannya” ujar yeoja tersebut lalu pergi meninggallan mereka. Setelah yeoja tersebut meninggalkan mereka, Jonghyun, yang ternyata memperhatikan Key dari tadi bertanya kepadanya
“ Hey Key, kau suka dengan yeoja itu?” Tanya Jonghyun setengah menggodanya.
“ Anio. Dia itu yeoja yang aku tabrak kemarin” ujar  Key
“Jinja? Apa kau yakin Key?” Tanya Jonghyun lagi
“ Yaa aku sangat yakin hyung. Lihat saja tangan kanannya biru lebam seperti itu” ujar Key
“ Ya Key, kau pikir di Seoul yeoja yang tangan kanannya biru lebam hanya dia saja huh?” ujar Onew
“ Tapi hyung, aku yakin dia yeoja yang ku tabrak kemarin. Wajahnya taka sing bagiku” ujar Key lagi
Pembicaraan mereka terhenti saat yeoja yang mereka bicarakan datang membawakan pesanan mereka. Yeoja itu menaruh mangkuk berisi ramen dan gelas berisi orange juice di depan namja – namja itu.
“ Hati – hati yaa, masih panas” ujar yeoja tersebut saat menaruh mangkuk terakhir.
“ Umm permisi, kalau aku boleh tau, mengapa tangan kananmu biru lebam seperti itu?” Tanya Key hati - hati
“ Ohh ini, kemarin malam ada seorang namja yang menabrakku kemudian meninggalkanku tanpa melakukan apa – apa” ujar yeoja tersebut.
“ Apa kau sudah mengobatinya dengan obat gosok?” Tanya Jonghyun
“ Belum, kemarin aku kelupaan mengobatinya. Umm maaf, aku harus kembali bekerja lagi. Aku permisi” ujar yeoja tersebut lalu pergi meniggalkan mereka. Beruntung saja, Key sempat membaca nama yeoja tersebut yang tertera di apronnya.
“ Jae Hoon” ucap Key tanpa sadar.
“ Umm apa?’” Tanya Minho
“ Anio. Kajja ayo kita makan!” ujar Key. Ohh  jadi namanya Jae Hoon, hmm manis juga orangnya, kalau dilihat – lihat dia jujur dan juga cantik. Aku harus menebus kesalahanku dan tentunya berkenalan dengannya kekekeke, batin Key


“ Akhirnya kenyang  juga” ucap Onew sambil mengusap – ngusap perutnya.
“ Ramennya enak sekali” ucap Minho
“ Iya kapan – kapan kita harus mampir lagi kesini lagi dan akan mencoba makanan lainnya” ujar Key
“ hyung, kalau mau kesini lagi, ajak aku yaa, aku juga penasaran dengan makanan lainnya” ujar Taemin
“ Umm ne ne” ujar Key lalu beranjak dari tempat duduknya.
“ Key, mau kemana kau?” Tanya Onew
“ Umm mau membayarnya hyung” ujar Key
“ Heuum mau membayarnya atau mau bertemu dengan yeoja yang tadi” goda Jonghyun
“ Aisshhh apa – apaan kau ini Jonghyun hyung” ujar Key jengkel
“ Sudah sudah. Kalian semua masuk ke mobil duluan saja. Aku punya kartu diskon disini, aku saja yang membayarnya” ujar Onew. Semua dongsaeng – dongsaengnya hanya menuruti perkataan hyungnya. Setelah Onew selesai membayar mobil mereka melaju ke dorm


Saat ini, Key sedang berada di dorm sendirian karena member lain sedang melakukan aktivtasnya masing – masing. Lalu, Key kembali teringat Jae Hoon. Perasaan bersalah kembali merayapinya. Dia berpikir mencari cara terbaik untuk menebus kesalahannya terhadap Jae Hoon. Akhirnya dia menemukan suatu ide. Segera dia mengambil kotak P3K dan kunci mobilnya lalu pergi menuju café tempat Jae Hoon bekerja

“ Mianhe Jae Hoon-ah, aku tidak bisa menemanimu pulang. Baru saja oemma menelpon ku, dia minta tolong mengambilkan titipan di rumah teman lamanya yang lumayan jauh dari sini” ujar Soo Young
“ Ne gwenchana Soo Young-ah. Kau tidak mau aku temani?” Jae Hoon menawarkan diri
“ Anio, aku bisa sendiri kok. Kau jangan lupa untuk membeli obat gosok di apotek terdekat. Kau tau kan?” Tanya Soo Young
“ Umm ne aku tau” jawab Jae Hoon sambil membersihkan café tersebut. Sekarang sudah jam 9 malam, karena baru buka maka café ini tutup satu jam lebih awal dari biasanya.
“ Kau yakin tidak apa – apa?” Tanya Soo Young lagi, ia masih khawatir dengan sahabatnya, apalagi dia bukan orang yang tega membiarkan temannya pulang sendiri.
“ Ne gwenchana Soo Young-ah. Kau pikir aku anak kecil apa? Aku sudah besar. Sudahlah jangan pasang tampang bersalahmu tu. Lebih baik kau segera pergi, nanti kau bisa pulang larut” ujar Jae Hoon
“ Baiklah. Aku duluan yaa. HAti – hati, annyeong” ujar Soo Young
“  Umm ne. Kau juga hati – hati yaa, jangan pulang terlalu malam” ujar Jae Hoon. Setelah itu, Soo Young meninggalkan café dan sekarang tinggalah Jae Hoon sendiri di dalam café. Setelah ganti baju dan memakai mantelnya, Jae Hoon mengecek ulang café tersebut kemudian mematikan lampunya. Sete;ah menguncinya, dia menyimpannya di dalam tasnya. Karena Mr Park ada urusan mendadak  jadi Jae Hoon dan Soo Young diberi kepercayaan menyimpan café tersebut, tentu saja ada perasaan bangga. Setelah itu dia berjalan ke arah terminal sambil bersenandung kecil. Namun tiba – tiba saja ada yang menghentikan langkahnya.
“ Umm Jae Hoon?” panggil orang tersebut. DEG!!! Langkah Jae Hoon langsung terhenti, begitu pula senandungannya. Dia menjadi sangat gugup karena yang memanggilnya adalah seorang namja. Dia khawatir kalau saja namja ini akan berbuat macam – macam kepadanya. Jae Hoon bingung, dia harus berlari atau menengok ke arah namja tersebut. Namun belum sempat dia mengambil keputusan, tangan namja tersebut menarik tangannya
Hiaa, apa – apaan namja ini, mau tak mau aku harus melihatnya, batin Jae Hoon. Jae Hoon kemudian menoleh kea rah namja tersebut dan namja tersebut Nampak tersenyum ke arahnya.
“ Huhh syukurlah ini memang kau” ujar namja tersebut
“ Umm maaf, tapi anda siapa yaa?? Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Karena aku merasa kita tidak pernah bertemu” ujar Jae Hoon
“ Ohh itu… aku yang tadi makan di café bersama teman – temanku, tadi kami memesan  ramen daging asap” ujar namja tersebut
“ Ohh iya iya aku ingat. Kalian kan yang bertanya soal tangan kananku. Iya kan?” Tanya Jae Hoon
“ Tepat” ujar namja tersebut sambil tersenyum. Jantungnya berdegup tak karuan, entah mengapa Jae Hoon merasa familier dengan senyum tersebut. “ Hmm apa kau mau ikut denganku? Ada sesuatu yang perlu aku jelaskan” kata namja itu
“ Hmmm baiklah” kata Jae Hoon. Kemudian namja tersebut mengantar Jae Hoon ke mobilnya, setelah Jae Hoon masuk ke dalam mobil, baru namja tersebut ,masuk ke dalam mobilnya dan mobil melaju di jalanan kota Seoul

Tak lama kemudian, mobil tersebut berhenti di taman yang cukup sepi.
“Nah kita sudah sampai. Ayo turun!” kata namja itu. Jae Hoon menurutinya dan mengikuti namja tersebut duduk di salah satu bangku yang kosong  yang letaknya agak terpencil di taman tersebut. Sejenak mereka berdiam diri, tak ada yang membuka percakapan.  Kemudian Jae Hoon merasa ada yang memperhatikannya. Dan benar saja, namja tersebut memperhatikannya dan tatapannya sukses membuat Jae Hoon salah tingkah.
“ Hmm begini, kau ingat waktu itu ada seorang namja yang menabrak mu dan membuat tanganmu bengkak?” Tanya namja itu, membuka percakapan di antara mereka.
“ Hmm aku ingat. Waeyo?” Jae Hoon balik bertanya.
“ Umm sebenarnya, aku lah yang menabrakmu” jawab namja tersebut.
“ HAH? JINJA?” Tanya Jae Hoon tidak percaya
“Ne. Dan sekarang aku kesini untuk menebus kesalahanku” ujar namja tersebut. Kemudian dia menyentuh tangan kanan Jae Hoon yang biru lebam dan menaruhnya di pangkuannya. Namja tersebut membuka kotak P3K dan mengambil obat gosok. Kemudian dia mengurutnya dengan perlahan dan hati – hati sedangkan Jae Hoon hanya diam saja melihat perlakuan namja tersebut.
“ Bagaimana? Apa sakit?” Tanya namja tersebut
“ Umm tidak” jawab Jae Hoon agak gugup. Setelah selesai mengurut tangan Jae Hoon, namja tersebut kembali meletakan tangan kanan Jae Hoon di sebelah pahanya. Bersamaan dengan itu, angin bertiup kencang, membuat suasana menjadi semakin dingin. Karena dingin, dengan refleks Jae Hoon menggosok – gosok tangannya dan meniupnya, untuk menghangatkan tangannya. Melihat hal tersebut, namja tersebut melepaskan syal –nya dan memakaikannya di sekeliling tangan Jae Hoon dan juga memberikannya sepasang sarung tangan.
“ Nih pakai sarung tangannya supaya tanganmu tidak kedinginan” ujar namja tersebut. Saat itulah Jae Hoon menyadari siapa namja tersebut.
“ AAAAAAAAAAAAAA” teriak Jae Hoon

                                                                                                                                          Part 3 TBC


No comments:

Post a Comment